"kodong Istirahat maki syg pake headset...."
kalo pesan ini kita ingat sebenarnya mauka cerita panjaaaaang sekali sayang.. Ini hari banyaknya pelajaran kudapat dari pengalamanku sama kita sayang, tidak tau dimana bisa kucerita semuanya terpaksa kutulismi disini.. hehehe
Bingungka juga mau mulai darimana karena something trouble in my head juga sangat sangat mengganggu.. hehehe ketawa2ka dulu nah sayang.. oh iya mulaimi kuingat2, tadi waktunya ku smski sempatka bilang mau kukandatto isma kalo ketemuka, tapi kubaca smsta bilang "kenapa mau kandatto? kalo saya itu kita jemput hujan2 nda kita maraija, pilih kasihta" langsungka berfikir sayang bagaimanami kalo kita jadi adekku.. hmm langsung kubuka jaketku sama helmku kebetulan 1 ji helm kubawa baru kukasihmi isma.. Mungkin tidak kita fikir kenapa hujan2ka jemputki isma padahal sempatja bilang diterasja ini tunggu hujan sambil ol ceritanya begini, waktuku tunggu hujan isma menelpon2 terus di mace baru ada kata2nya yang tidak kusuka sekali dia bilang pergi mako jemputki itu adekmu kalo pacarmu cepatmu kojemput baru keras sekali nada bicaranya jd langsungka pergi, pas dijalan pulang mauka bilang nanti kalo sampaima dirumah "TIDAK PERNAHKA HUJAN2 BEGINI JEMPUT PACARKU SAMPAI2 INI MUKAKU PEDIS SEKALI KENA AIR HUJAN" apalagi guntur kerasnya mamo poteng, kukira kitaji juga bilang keras sekali guntur di luar sayang, tapi kupikirki lagi jangan sampai bilangka begitu terus dikemudian hari menyesalja juga.. selama sudahki kasihka pelajaran tentang arti penyesalan setiap mauka bicara pasti kupikir2 dulu baek2 apalagi kalo naikmi ini emosiku, kuingat lagi waktu di RS Haji yang kita mau keluar malam minggu tapi kubilang shalatka dulu nah syg, jujur nah sayang sakit sekali kepalaku itu malam terus kita telponka baru marah2ki jd kupaksa mami itu keluar biar mami sampai disana tdk mau maki keluar jadi berfikirka dulu waktu tgl 13 April 2013 janjianki mau keluar tapi gara2 tidurta batalki semua trus kita yang marah2 sekarang posisinya terbalik sy yg ketiduran tp kenapa bukan sy yang marah2 malah sy harus bersabar.. itu hari sempatma emosi syg, hampirma lg bicara bodo'2 tp kuingatki hidupku kalo tdk sama2ki aslinya mi itu dibilang tdk ada semangat hidup.. Banyak yang harus kuselesaikan sayang demi masa depanta ji juga tp kalo tdk sama2ki tdk bisaka juga lalui itu semua, belum skripsiku yg belum kelar2 sampai sekarang, itu juga teh pelangi sudah berapa kalimi natelponka tanya tentang outletnya baru belumpi ada kudapat.. sudahmi dulu nah sayang mulaimi ngefek hasil hujan2ku td.. lain x kalo ada kesempatan masih mauka tuliski semua tentang perjalanan hidupku yg kulewati bersamamu.. Good Night cinta Fitri
Selasa, 11 Juni 2013
Senin, 10 Juni 2013
Maafkan Kata Yang Belum Sempat Terucap
Kata orang " Jodoh belum
tentu menemui kita , tapi mati pasti menjemput "
Yup , sejak akhir akhir ini
selalu baca dan dengar kabar kematian atau kepergian mereka mereka yang pernah
dikenali maupun teman kepada kenalan kenalan kita sendiri . Tatkala diri di tengah berita yang sedemikian
dan melihat post past takziah di ruangan social network mereka yang telah pergi
, Maha Suci Allah .. terasa insyaf dan kerdilnya diri ini .Allahuakhbar ! Benar dengan mengingat mati kita akan merasa takut untuk melakukan dosa dan
maksiat . Dan benar dengan menziarahi orang yang telah pergi akan menjentik
rasa keinsafan dalam diri kita. Sedikit referensi dari ustadz yang sy tak tahu siapa namanya..
Melihat berita berita kematian ,
membuatkan kita terfikir bila punah waktu kita ? Bagaimana kah mati kita nanti
?Allah Allah Allah.. terasa sesak hati ini, dan bagaimana pula keadaan kita
di sana kelak ? Sudah cukup kah amal kita untuk menampung kehidupan kita di
sana ?
Selaku seorang pelajar tentunya
berjauhan dari keluarga bukan ? yeah , dan antara perkara yang sering kita
fikir kan, mungkinkah esok kita masih sempat untuk mndengar suara suara mereka
yang akan kita tinggalkan ? masih sempatkah untuk kita melihat mereka ? dan
masih ada ruang kah untuk kita mendengar suara , bebelan dan kata kata nasihat
mereka ? Allah Maha Besar ! Cuma DIA Yang Maha Mengetahui. Hanya doa dan doa yang
mampu saya kirim dan panjatkan agar masih ada pertemuan antara kami.
Benar juga kata orang, berjauhan
membuatkan kita belajar arti menghargai ! Melihat mereka mereka yang tidak lagi berpeluang merasakan hidup
berkeluarga membuatkan kita insaf . Betapa beruntungnya kita masih punya mereka
yang kita panggil Ibu ! Emak ! Ummi ! Mami ! Ayah ! Abah ! Abi ! Tetta !Puang
kan ? Betapa beruntungnya kita karena masih berpeluang mendengar bebelan ,
nasihat mereka ! Masih adakah mereka untuk kita bermanja ! mengadu !
Pelik bukan ? kenapa bercerita
soal keluarga ? Ibu ayah ? Bukankah cerita ini mengenai kematian ? Bagiku itu
berkaitan , kenapa ? karena bila kita mengingat mati, kita akan lebih
menghargai hidup, menghargai waktu waktu yang masih ada buat kita ! Menghargai
peluang yang diberiNya untuk kita. Andai saja kita tidak menghargai, dan
rupa-rupanya itulah saat terakhir kita bersama mereka ! Allah ! Sesal dan sebak
nya rasa !
Jadi , buka mata dan hargai
mereka ! hargai masa masa yang masih ada ! Cari bekalan untuk kita gunakan
di kampung yang kekal abadi !
Buka mata, belajar menghargai !
Beringat lah , kematian pasti menjemput kita cuma kita tidak mengetahui
waktunya, mungkin saja esok ! sebentar lagi ? Allah.. mudah mudahan kita mati
dalam keadaan beriman, dan tidak dalam keadaan yang mengaibkan. Amiin Insya Allah
Dengan mengingat Allah hati
menjadi tenang dan dengan mengingati mati hati kita akan merasa insyaf dengan
khilaf diri. Bersama sama berusaha mendapat Ridha dan JannahNya .Dan menjadi
hambaNya yang bersyukur. Amiin
Perhubungan tanpa gurau senda tak
meriah bukan? Tanpa kata nasihat tak lengkap bukan ? Jadi, maaf untuk tiap
kata yang menyinggung rasa, nasihat yang mungkin kasar (hehehe), gurauan yang
melampau batas. Mungkin saja saya pergi tanpa sempat menuturkan kata kata maaf
maka izinkan ruangan ini menjadi pengantara. Manisnya ukhwah yang terbina dan
semoga berkekalan sehingga di sana ! :)
# Indah dan Manisnya Iman dan
Hidayah itu sob ! :)
Jumat, 31 Mei 2013
If You are watching me. If You are learning from me.
I promise to try and rid my language of words that could wound you without my intention and to help you to process those words coming from others. I hope to teach you that you are beautiful. Inside and out. Because you are, my sweet girl. You just are.
It's that simple and that complicated, all at once.
You are perfect just the way you are.
It's that simple and that complicated, all at once.
You are perfect just the way you are.
Minggu, 26 Mei 2013
Kelebihan, Kekurangan Adalah Kesempurnaan
Suatu waktu pada suatu masa, sepasang
suami istri sedang berdiskusi tentang kekurangan dan kelebihan yang ada pada
diri mereka masing-masing.
Sang Suami berkata,” Istriku
sayang, bagaimana bila masing-masing kita mencatat tentang kekurangan dan
kelebihan atau kebaikan kita. Saya mencatat kelebihan dan kebaikan yang aku
sukai dari dirimu dan mencatat kekurangan yang aku tidak sukai dari dirimu.
Demikian juga sebaliknya, kamu mencatat apa yang kamu sukai dan tidak sukai
dari diriku.” Sang Istri setuju dan berkata, “Tapi dengan syarat tidak boleh
ada
yang marah atau merasa
tersinggung karenanya…dan kita akan membahas catatan itu bersama demi kehidupan
masa depan keluarga kita.”
Sang Suami setuju dan kemudian
mengambil kertas folio kosong, dua lembar untuk dirinya, dua lembar untuk
istrinya. Masing-masing lembaran akan diisi tentang catatan kekurangan dan
kelebihan pada diri mereka.
Kemudian pasangan suami istri
itu mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan yang
mereka sukai kemudian mencatatnya pada lembaran kertas folio yang masih kosong
itu.
Setelah selesai mencatat, sang
Suami berkata, “ Siapa yang pertama kali membaca catatannya ?”
“Aku duluan ya suamiku sayang”,
kata sang istri.
Sang Istri mulai membaca
catatannya, ia mulai dari lembar pertama tentang catatan kelebihan dan kebaikan
suaminya yang ia sukai.
Cukup panjang catatannya, sang
Istri melirikkan mata melihat suaminya. Ia melihat sang Suami mendengarkan
sambil menatap istrinya sambil tersenyum.
fitriadamayantisya.blogspot.com
Kemudian sang Istri melanjutkan
membaca lembar kedua tentang kekurangan suaminya yang ia tidak sukai.
Catatan tersebut ternyata
panjang juga.
Kembali sang Istri melirikkan
mata melihat suaminya.
Ia melihat sang Suami
mendengarkan sambil menatap istrinya, namun tak ada senyum lagi, mata suaminya
basah memerah dan nampak bening airmata menetes mengaliri pipi suaminya.
“Ada apa suamiku sayang, kenapa
kamu menangis..apakah sebaiknya saya berhenti membaca ?” tanya sang Istri.
“Tidak apa-apa istriku sayang,
silahkan lanjutkan membaca.” jawab Sang Suami.
Sang istri kemudian melanjutkan
membacakan semua catatannya hingga selesai, kemudian berkata “Sekarang
giliranmu suamiku sayang untuk membaca catatanmu yang kamu buat tentang
diriku.”
Sang suami mulai membaca
catatannya, ia mulai dari lembar pertama tentang catatan kelebihan dan kebaikan
istrinya yang ia sukai, catatan itu pendek saja rupanya.
Sang Suami berkata
perlahan,”Istriku sayang,..semua yang ada pada dirimu adalah suatu anugrah yang
luarbiasa dan terindah yang Allah berikan padaku.”
fitriadamayantisya.blogspot.com
“Bagiku ,kamu sudah sempurna.”
Kata sang Suami melanjutkan.
Kemudian sang Suami mengambil
lembar kedua catatan tentang kekurangan istrinya yang ia tidak sukai.
Sang Istri melihat, lembaran
kertas folio itu masih kosong melompong.
“Suamiku sayang, kok lembaran
kertas catatan tentang kekurangan saya itu masih kosong, kamu belum sempat
mengisinya ya?” tanya sang Istri.
Sang Suami menjawab perlahan,
“Istriku sayang, maaf, tak ada yang kucatat tentang kekuranganmu yang aku tidak
sukai dikertasku ini, karena aku tidak bisa menemukan sedikitpun pada dirimu
kekurangan yang tidak aku sukai, meskipun hanya satu huruf.”
SEBELUM WAKTU ITU TIBA
Jika
aku bertanya..
Aku takkan pernah tau.
Jika aku tahu,
Aku hanya perlu
bertanya...
Lalu harus kah ku salahkan waktu?
Sedangkan aku pun tak tahu
Kapan akhirku tiba..
Seperti ranting yang tak'kan pernah tahu kapan angin menjatuhkannya..
Atau seperti embun yg Akan hilang jika pagi enggan lagi kan datang..
Aku telah sering kehilangan orang-orang yang ku sayang..
Satu-persatu..
Kini mungkin tiba masa nya dimana..
Harus aku yang menghilang..
Rasa sakit di pusat
kepala belakangku semakin menjadi..
Entah berapa lama lagi aku kuat bertahan..
Atau mata yang akan menyerah untuk tetap terbuka..
Sebelum waktuku tiba..
Mengapa aku mesti harus berbicara tentang “diriku sendiri” pada saat
“Aku”, sekarang, tidak lagi sebagai “diri?” Aku hanya suka berbicara pada diri
sendiri. Itu saja..
Aku takkan pernah tau.
Jika aku tahu,
Aku hanya perlu bertanya...
Lalu harus kah ku salahkan waktu?
Sedangkan aku pun tak tahu
Kapan akhirku tiba..
Seperti ranting yang tak'kan pernah tahu kapan angin menjatuhkannya..
Atau seperti embun yg Akan hilang jika pagi enggan lagi kan datang..
Aku telah sering kehilangan orang-orang yang ku sayang..
Satu-persatu..
Kini mungkin tiba masa nya dimana..
Harus aku yang menghilang..
Rasa sakit di pusat
kepala belakangku semakin menjadi..
Entah berapa lama lagi aku kuat bertahan..
Atau mata yang akan menyerah untuk tetap terbuka..
Sebelum waktuku tiba..
Mengapa aku mesti harus berbicara tentang “diriku sendiri” pada saat “Aku”, sekarang, tidak lagi sebagai “diri?” Aku hanya suka berbicara pada diri sendiri. Itu saja..
Fitria Damayanti Syarif
Kuawali tulisan ini dengan rasa bersyukurku atas ciptaanmu yang amat sempurna di mataku ya Allah.. Terima kasih atas kehidupan yang amat mengasyikkan ini.. Sedih, senang, suka maupun duka telah kami telan bersama. Sejujurnya saya ragu dengan apa yang akan kutuliskan ini dapat menjadi semangat ataukah hanya menjadi bumerang bagi kehidupanku di masa yang akan datang.
Tepat saat blog ini kutulis handphone yg baru saja kuaktifkan langsung berdering, sungguh harapku itu darimu meskipun egomu telah berhasil mengalahkan rindumu. Terlalu banyak kepalsuan dalam hidupku saat ini. Bukannya sy menyerah dalam hidup dan bukan pula saya tidak lagi ingin bermimpi tentangmu sama sekali tidak.. Tak ada yang perlu kutakuti di dunia ini untuk menggantungkan impianku meskipun harus menjangkau langit. Yang ingin kukatakan padamu "Maaf atas ketidak sempurnaan ini"
saat aku butuh cahaya tuk terangi
jalanku, kamu ada
saat aku butuh
bantuan dari setiap masalahku, kamu ada
saat aku butuh sesuatu darinya,
kamu berikan segalanya
aku?
aku bahkan tak ada saat dia
menangis
aku hanya bisa menyuruhnya tuk
tidak menangis
itu tak buat semua masalahnya
selesai
Kini bahkan disaat kau jauh
aku hanya bisa memberimu sebait
doa
"Selamat malam fitriku, kau jaga selalu hatimu saat jauh dariku petikan lirik lagu sempat ku nyanyikan untukmu walaupun terdengar tak sempurna"
aku?
partikel kecil yang bahkan tak lebih dari ion, seluruh molekul tubuh ini bahkan terlalu hina tuk menatapmu
kau?
Sayangku maafkan aku, tunggu
hingga lima Purnama itu lenyap dan doakan aku berhasil lalui semua kerikil tajam
dan panas itu
aku? sayang dirimu
kau? tak perlu ragu akan cintaku
hanya kau dan aku
tinggalkan anjing pecundang yang
menggonggong dan mengemis di luar sana!
Langganan:
Komentar (Atom)