Suatu waktu pada suatu masa, sepasang
suami istri sedang berdiskusi tentang kekurangan dan kelebihan yang ada pada
diri mereka masing-masing.
Sang Suami berkata,” Istriku
sayang, bagaimana bila masing-masing kita mencatat tentang kekurangan dan
kelebihan atau kebaikan kita. Saya mencatat kelebihan dan kebaikan yang aku
sukai dari dirimu dan mencatat kekurangan yang aku tidak sukai dari dirimu.
Demikian juga sebaliknya, kamu mencatat apa yang kamu sukai dan tidak sukai
dari diriku.” Sang Istri setuju dan berkata, “Tapi dengan syarat tidak boleh
ada
yang marah atau merasa
tersinggung karenanya…dan kita akan membahas catatan itu bersama demi kehidupan
masa depan keluarga kita.”
Sang Suami setuju dan kemudian
mengambil kertas folio kosong, dua lembar untuk dirinya, dua lembar untuk
istrinya. Masing-masing lembaran akan diisi tentang catatan kekurangan dan
kelebihan pada diri mereka.
Kemudian pasangan suami istri
itu mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan yang
mereka sukai kemudian mencatatnya pada lembaran kertas folio yang masih kosong
itu.
Setelah selesai mencatat, sang
Suami berkata, “ Siapa yang pertama kali membaca catatannya ?”
“Aku duluan ya suamiku sayang”,
kata sang istri.
Sang Istri mulai membaca
catatannya, ia mulai dari lembar pertama tentang catatan kelebihan dan kebaikan
suaminya yang ia sukai.
Cukup panjang catatannya, sang
Istri melirikkan mata melihat suaminya. Ia melihat sang Suami mendengarkan
sambil menatap istrinya sambil tersenyum.
fitriadamayantisya.blogspot.com
Kemudian sang Istri melanjutkan
membaca lembar kedua tentang kekurangan suaminya yang ia tidak sukai.
Catatan tersebut ternyata
panjang juga.
Kembali sang Istri melirikkan
mata melihat suaminya.
Ia melihat sang Suami
mendengarkan sambil menatap istrinya, namun tak ada senyum lagi, mata suaminya
basah memerah dan nampak bening airmata menetes mengaliri pipi suaminya.
“Ada apa suamiku sayang, kenapa
kamu menangis..apakah sebaiknya saya berhenti membaca ?” tanya sang Istri.
“Tidak apa-apa istriku sayang,
silahkan lanjutkan membaca.” jawab Sang Suami.
Sang istri kemudian melanjutkan
membacakan semua catatannya hingga selesai, kemudian berkata “Sekarang
giliranmu suamiku sayang untuk membaca catatanmu yang kamu buat tentang
diriku.”
Sang suami mulai membaca
catatannya, ia mulai dari lembar pertama tentang catatan kelebihan dan kebaikan
istrinya yang ia sukai, catatan itu pendek saja rupanya.
Sang Suami berkata
perlahan,”Istriku sayang,..semua yang ada pada dirimu adalah suatu anugrah yang
luarbiasa dan terindah yang Allah berikan padaku.”
fitriadamayantisya.blogspot.com
“Bagiku ,kamu sudah sempurna.”
Kata sang Suami melanjutkan.
Kemudian sang Suami mengambil
lembar kedua catatan tentang kekurangan istrinya yang ia tidak sukai.
Sang Istri melihat, lembaran
kertas folio itu masih kosong melompong.
“Suamiku sayang, kok lembaran
kertas catatan tentang kekurangan saya itu masih kosong, kamu belum sempat
mengisinya ya?” tanya sang Istri.
Sang Suami menjawab perlahan,
“Istriku sayang, maaf, tak ada yang kucatat tentang kekuranganmu yang aku tidak
sukai dikertasku ini, karena aku tidak bisa menemukan sedikitpun pada dirimu
kekurangan yang tidak aku sukai, meskipun hanya satu huruf.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar