Jumat, 31 Mei 2013

If You are watching me. If You are learning from me.

I promise to try and rid my language of words that could wound you without my intention and to help you to process those words coming from others. I hope to teach you that you are beautiful. Inside and out. Because you are, my sweet girl. You just are.

It's that simple and that complicated, all at once.

You are perfect just the way you are.


Minggu, 26 Mei 2013

Kelebihan, Kekurangan Adalah Kesempurnaan

Suatu waktu pada suatu masa, sepasang suami istri sedang berdiskusi tentang kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri mereka masing-masing.

Sang Suami berkata,” Istriku sayang, bagaimana bila masing-masing kita mencatat tentang kekurangan dan kelebihan atau kebaikan kita. Saya mencatat kelebihan dan kebaikan yang aku sukai dari dirimu dan mencatat kekurangan yang aku tidak sukai dari dirimu. Demikian juga sebaliknya, kamu mencatat apa yang kamu sukai dan tidak sukai dari diriku.” Sang Istri setuju dan berkata, “Tapi dengan syarat tidak boleh ada
yang marah atau merasa tersinggung karenanya…dan kita akan membahas catatan itu bersama demi kehidupan masa depan keluarga kita.”

Sang Suami setuju dan kemudian mengambil kertas folio kosong, dua lembar untuk dirinya, dua lembar untuk istrinya. Masing-masing lembaran akan diisi tentang catatan kekurangan dan kelebihan pada diri mereka.
Kemudian pasangan suami istri itu mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan yang mereka sukai kemudian mencatatnya pada lembaran kertas folio yang masih kosong itu.
Setelah selesai mencatat, sang Suami berkata, “ Siapa yang pertama kali membaca catatannya ?”
“Aku duluan ya suamiku sayang”, kata sang istri.
Sang Istri mulai membaca catatannya, ia mulai dari lembar pertama tentang catatan kelebihan dan kebaikan suaminya yang ia sukai.
Cukup panjang catatannya, sang Istri melirikkan mata melihat suaminya. Ia melihat sang Suami mendengarkan sambil menatap istrinya sambil tersenyum.
fitriadamayantisya.blogspot.com
Kemudian sang Istri melanjutkan membaca lembar kedua tentang kekurangan suaminya yang ia tidak sukai.
Catatan tersebut ternyata panjang juga.
Kembali sang Istri melirikkan mata melihat suaminya.
Ia melihat sang Suami mendengarkan sambil menatap istrinya, namun tak ada senyum lagi, mata suaminya basah memerah dan nampak bening airmata menetes mengaliri pipi suaminya.
“Ada apa suamiku sayang, kenapa kamu menangis..apakah sebaiknya saya berhenti membaca ?” tanya sang Istri.
“Tidak apa-apa istriku sayang, silahkan lanjutkan membaca.” jawab Sang Suami.
Sang istri kemudian melanjutkan membacakan semua catatannya hingga selesai, kemudian berkata “Sekarang giliranmu suamiku sayang untuk membaca catatanmu yang kamu buat tentang diriku.”

Sang suami mulai membaca catatannya, ia mulai dari lembar pertama tentang catatan kelebihan dan kebaikan istrinya yang ia sukai, catatan itu pendek saja rupanya.
Sang Suami berkata perlahan,”Istriku sayang,..semua yang ada pada dirimu adalah suatu anugrah yang luarbiasa dan terindah yang Allah berikan padaku.”
fitriadamayantisya.blogspot.com
“Bagiku ,kamu sudah sempurna.” Kata sang Suami melanjutkan.
Kemudian sang Suami mengambil lembar kedua catatan tentang kekurangan istrinya yang ia tidak sukai.
Sang Istri melihat, lembaran kertas folio itu masih kosong melompong.
“Suamiku sayang, kok lembaran kertas catatan tentang kekurangan saya itu masih kosong, kamu belum sempat mengisinya ya?” tanya sang Istri.
Sang Suami menjawab perlahan, “Istriku sayang, maaf, tak ada yang kucatat tentang kekuranganmu yang aku tidak sukai dikertasku ini, karena aku tidak bisa menemukan sedikitpun pada dirimu kekurangan yang tidak aku sukai, meskipun hanya satu huruf.”

SEBELUM WAKTU ITU TIBA

Jika aku bertanya..
Aku takkan pernah tau.
Jika aku tahu,
Aku hanya perlu bertanya...
Lalu harus kah ku salahkan waktu?
Sedangkan aku pun tak tahu
Kapan akhirku tiba..
Seperti ranting yang tak'kan pernah tahu kapan angin menjatuhkannya..
Atau seperti embun yg Akan hilang jika pagi enggan lagi kan datang..
Aku telah sering kehilangan orang-orang yang ku sayang..
Satu-persatu..
Kini mungkin tiba masa nya dimana..
Harus aku yang menghilang..
Rasa sakit di pusat
kepala belakangku semakin menjadi..
Entah berapa lama lagi aku kuat bertahan..
Atau mata yang akan menyerah untuk tetap terbuka..
Sebelum waktuku tiba..
Mengapa aku mesti harus berbicara tentang “diriku sendiri” pada saat “Aku”, sekarang, tidak lagi sebagai “diri?” Aku hanya suka berbicara pada diri sendiri. Itu saja..

Fitria Damayanti Syarif

Kuawali tulisan ini dengan rasa bersyukurku atas ciptaanmu yang amat sempurna di mataku ya Allah.. Terima kasih atas kehidupan yang amat mengasyikkan ini.. Sedih, senang, suka maupun duka telah kami telan bersama. Sejujurnya saya ragu dengan apa yang akan kutuliskan ini dapat menjadi semangat ataukah hanya menjadi bumerang bagi kehidupanku di masa yang akan datang.

Tepat saat blog ini kutulis handphone yg baru saja kuaktifkan langsung berdering, sungguh harapku itu darimu meskipun egomu telah berhasil mengalahkan rindumu. Terlalu banyak kepalsuan dalam hidupku saat ini. Bukannya sy menyerah dalam hidup dan bukan pula saya tidak lagi ingin bermimpi tentangmu sama sekali tidak.. Tak ada yang perlu kutakuti di dunia ini untuk menggantungkan impianku meskipun harus menjangkau langit. Yang ingin kukatakan padamu "Maaf atas ketidak sempurnaan ini"

saat aku butuh cahaya tuk terangi jalanku, kamu ada

saat aku butuh bantuan dari setiap masalahku, kamu ada

saat aku butuh sesuatu darinya, kamu berikan segalanya

aku?

aku bahkan tak ada saat dia menangis

aku hanya bisa menyuruhnya tuk tidak menangis

itu tak buat semua masalahnya selesai

Kini bahkan disaat kau jauh

aku hanya bisa memberimu sebait doa

"Selamat malam fitriku, kau jaga selalu hatimu saat jauh dariku petikan lirik lagu sempat ku nyanyikan untukmu walaupun terdengar tak sempurna"


aku?

partikel kecil yang bahkan tak lebih dari ion, seluruh molekul tubuh ini bahkan terlalu hina tuk menatapmu

kau?

Sayangku maafkan aku, tunggu hingga lima Purnama itu lenyap dan doakan aku berhasil lalui semua kerikil tajam dan panas itu
aku? sayang dirimu

kau? tak perlu ragu akan cintaku
hanya kau dan aku

tinggalkan anjing pecundang yang menggonggong dan mengemis di luar sana!